Laman

Thursday, November 19, 2015

Simeulue Sinafang, Semua Guru Wajib Ikukut UKG ONLINE                           

Sebanyak 3.015.150 guru berbagai tingkatan sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh wajib mengikuti uji kompetensi guru (UKG) online, 9-27 November 2015, tidak terkecuali guru yang sudah pernah mengikuti UKG dan saat ini memiliki sertifikat sertifikasi.


  Ini merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan.
Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah (Dikmen) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Drs Anas M Adam MPd menyampaikan hal ini kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (15/10) sore. “Semua guru yang wajib ikut UKG online adalah mereka yang sudah memiliki nomor unik pendidikan dan tenaga kependidikan (NUPTK), baik yang sudah PNS maupun masih kontrak,” kata Anas M Adam.
Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu, guru di Indonesia yang sudah terdata untuk ikut UKG online ini telah diberitahukan oleh pihak lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) provinsi masing-masing melalui sekolah, sekaligus LPMP mengatur jadwal UKG setiap kabupaten/kota di tempat uji kompetensi masing-masing daerah itu.
“Nah, UKG online ini untuk memetakan kemampuan guru di seluruh Indonesia. Selanjutnya para guru itu akan diberi pelatihan lagi dalam kelompok berbeda-beda sesuai nilai mereka dalam UKG online ini. Misalnya yang nilainya lebih bagus tentu pelatihan itu tak terlalu lama lagi dan yang nilainya masih kurang, maka sebaliknya, sehingga semuanya mencapai standar yang telah ditetapkan,” jelas Anas.
Anas menegaskan bahwa UKG online sekaligus pelatihannya nanti bukan untuk mendapat tunjangan sertifikasi, tetapi murni untuk peningkatan mutu guru. Karena itu, guru yang sudah pernah ikut UKG dan mendapat sertifikat sertifikasi pun harus ikut lagi karena UKG yang sudah pernah mereka ikuti sebelumnya dinilai masih kurang memadai. Khusus guru yang belum mendapat tunjangan sertifikasi, salah satu syaratnya tetap harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).
Kemarin , Anas M Adam juga menginformasikan bahwa Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kamendikbud RI akan mengadakan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional di Istora Senayan Jakarta, 24-25 November 2015.
Peserta simposium dijaring dengan dua mekanisme, yaitu pendaftaran online ke http://simposiumguru2015.kemdikbud.go.id sebanyak 8.000 guru dan tenaga kependidikan, termasuk kepala sekolah dan pengawas serta 2.000 undangan guru berprestasi.
“Peserta yang ingin mengikuti simposium ini, silakan mengirimkan makalahnya berupa inovasinya untuk kemajuan pendidikan ke http://simposiumguru2015.kemdikbud.go.id paling telat 2 November 2015 pukul 24.00 WIB. Makalah milik sendiri itu sesuai tema Pesta Karya Pejuang Pendidikan,” jelas Anas M Adam selaku ketua panitia kegiatan ini.
Menurut Anas, beberapa makalah yang memenuhi syarat akan dipilih oleh penilai untuk kemudian dipresentasikan oleh pembuat makalah itu dalam simposium tersebut. Kemudian, 10 peserta terbaik akan mendapatkan hadiah uang dan sertifikat.
Post a Comment